Dampak Pengalihan Subsidi BBM, Pemkab Bekasi Siapkan Skema Bantuan untuk Warga Miskin

Selasa, 6 September 2022

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

CIKARANG PUSAT – Pemerintah Kabupaten Bekasi akan membantu pemerintah pusat memberikan bantuan kepada masyarakat miskin terdampak, menyusul adanya pengalihan subsidi BBM.

Hal tersebut disampaikan Pj Bupati Bekasi Dani Ramdan, dalam rapat koordinasi terkait pengalihan subsidi BBM dan isu strategis lainnya, yang dihadiri unsur Forkopimda, para camat, kepala desa dan lurah se-Kabupaten Bekasi, di Gedung Swatantra Wibawa Mukti, Komplek Pemkab Bekasi, Cikarang Pusat, pada Senin (05/09/2022).

“Yang terdampak berat itu 40 persen masyarakat miskin, jadi subsidi itu digeserkan untuk warga miskin melalui BLT seperti selama pandemi, saat ini datanya terus kita update,” ungkapnya usai menghadiri video conference dengan kementerian terkait dan Rakor bersama Forkopimda.

Selain Bantuan Langsung Tunai (BLT) yang mengacu pada Data Terpadu Kesejahteraan Sosial (DTKS) Dinsos, Dani menjelaskan pelaku transportasi umum juga akan menjadi sasaran penerima bantuan.

“Nanti dari Dana Alokasi Umum (DAU) dan dana bagi hasil yang ada di Pemda akan kita geser sebanyak 2 persen,” tuturnya.

Sementara bagi warga Kabupaten Bekasi yang kurang mampu yang tidak terdata pada BLT akan dibantu oleh Pemerintah Desa melalui Dana Desa.

“Jadi yang tidak terjaring melalui BLT, akan dicover dari Dana Desa, maksimal 20 persen,” ungkapnya.

Pemkab Bekasi juga, terang Dani akan mengalokasikan Dana Tidak Terduga (DTT) apabila ada kenaikan harga sembako yang berdampak terhadap masyarakat.

“Dana Tidak Terduga ini disiapkan, kalau terjadi kelangkaan sembako, atau kenaikan harga yang tidak terkendali. DTT ini akan disalurkan dalam bentuk operasi pasar, untuk subsidi dan sebagainya,” ungkapnya

Bantuan-bantuan tersebut, kata Dani, ada yang sudah berjalan dan sudah disalurkan kepada masyarakat miskin melalui BLT, dan selanjutnya segera menyusul untuk transportasi umum yang sasarannya akan didata terlebih dahulu.

“Yang BLT ini sudah mulai bergulir karena itu datanya sudah ada dari DTKS, sedangkan untuk transportasi umum, kita sedang menghitung, dan menunggu pedoman teknis dari Kemendagri, dan kebetulan itu nanti bisa dilakukan di perubahan anggaran yang sedang kita proses juga,” tandasnya.

Reporter : Fajar CQA

Editor      : Yus Ismail

Berita Terkait

Pemkab Bekasi Raih Digital Government Award SPBE Summit 2024
Buat Terobosan untuk Menggenjot Pajak Daerah
Pemkab Bekasi Bakal Lanjutkan Program Botram ke Desa-desa
Pemkab Bekasi Raih Penghargaan dari Ombudsman RI
Operasi Pasar Murah untuk Warga Bojongmangu
Pemerintah Musnahkan Barang Impor Ilegal Senilai 50 Miliar
Pertama di Jabar, Pemkab Bekasi Lindungi Anggota Korpri dengan Bpjamsostek
Tri Adhianto Lakukan Monitoring Pembangunan di Kecamatan Bantargebang
Tag :

Berita Terkait

Minggu, 2 Juni 2024 - 10:44 WIB

Pemkab Bekasi Raih Digital Government Award SPBE Summit 2024

Minggu, 21 April 2024 - 10:41 WIB

Buat Terobosan untuk Menggenjot Pajak Daerah

Minggu, 10 Maret 2024 - 10:40 WIB

Pemkab Bekasi Bakal Lanjutkan Program Botram ke Desa-desa

Minggu, 31 Desember 2023 - 09:44 WIB

Pemkab Bekasi Raih Penghargaan dari Ombudsman RI

Minggu, 19 November 2023 - 09:27 WIB

Operasi Pasar Murah untuk Warga Bojongmangu

Berita Terbaru

BERITA UTAMA

Bayi Alami KIPI, Dinkes Bandung Pastikan Kondisi Sudah Membaik

Jumat, 17 Apr 2026 - 10:45 WIB