Bandung (BRS) – Arus mobilitas warga di wilayah Bandung Raya terus meningkat menjelang puncak libur Natal dan Tahun Baru (Nataru). Commuter Line Wilayah II Bandung mencatat lonjakan signifikan jumlah pengguna, menegaskan perannya sebagai moda transportasi utama masyarakat selama musim liburan akhir tahun.
KAI Commuter mencatat, pada Sabtu (27/12), total pengguna Commuter Line Wilayah II Bandung mencapai 75.349 orang. Angka tersebut melampaui rata-rata volume harian normal dan bahkan melebihi proyeksi kapasitas angkut yang telah disiapkan pada masa Posko Nataru.
“Lonjakan tersebut dipicu karena meningkatnya aktivitas liburan, kunjungan keluarga, hingga pergerakan masyarakat menuju pusat kota dan kawasan wisata. Tren tersebut diperkirakan masih akan berlanjut hingga malam pergantian tahun 2026 dan awal libur Tahun Baru, 1 Januari 2026,” ungkap VP Corporate Secretary KAI Commuter, Karina Amanda dalam keterangannya, Minggu (28/12/2025).
ADVERTISEMENT
SCROLL TO RESUME CONTENT
Karina menuturkan, Secara kumulatif sejak Posko Angkutan Nataru dibuka, Commuter Line Wilayah II Bandung telah melayani 668.849 pengguna. Tingginya pergerakan penumpang terkonsentrasi di sejumlah stasiun strategis yang menjadi simpul mobilitas masyarakat Bandung Raya.
Stasiun Bandung, kata Karina, tercatat sebagai stasiun dengan volume pengguna tertinggi, mencapai 125.542 orang. Angka ini disusul Stasiun Cikarang sebagai pintu pergerakan dari arah barat dan Walahar sebanyak 102.862 pengguna, serta Stasiun Cicalengka dengan 90.167 pengguna yang menjadi pusat mobilitas wilayah Bandung Timur.
Ia juga menyebut puncak arus penumpang diperkirakan terjadi pada malam tahun baru. KAI Commuter memproyeksikan kenaikan volume pengguna sebesar 10 hingga 15 persen dibandingkan hari kerja normal.
“Kami memproyeksikan kenaikan volume pengguna sebesar 10% hingga 15% pada puncak malam tahun baru dibandingkan hari kerja biasa. Titik konsentrasi massa di Bandung Raya diprediksi akan terjadi di stasiun-stasiun menuju pusat keramaian dan wisata kota, seperti Stasiun Bandung dan Stasiun Cicalengka,” jelas Karina.
Menurutnya, pola perjalanan selama Nataru didominasi pengguna musiman dan keluarga yang memanfaatkan Commuter Line untuk berwisata dan menikmati pusat keramaian di Kota Bandung. Stasiun-stasiun yang terhubung langsung dengan kawasan wisata diprediksi tetap menjadi titik konsentrasi massa.
Commuter Line Lokal kini semakin menjadi tulang punggung pariwisata perkotaan. Warga dari wilayah penyangga seperti Cicalengka, Rancaekek, hingga Padalarang memilih kereta sebagai moda utama untuk menghindari kemacetan dan memastikan perjalanan lebih efisien.
KAI Commuter mengimbau masyarakat untuk merencanakan perjalanan dengan baik selama masa libur Nataru. Pengguna disarankan memanfaatkan aplikasi Access by KAI untuk memantau jadwal perjalanan, serta selalu mengutamakan keselamatan demi perjalanan akhir tahun yang aman dan nyaman.
”Kami melihat tren mobilisasi yang sangat positif, di mana masyarakat Bandung Raya memanfaatkan Commuter Line Lokal untuk menjangkau destinasi wisata ikonik seperti Jalan Braga, Asia Afrika, dan kawasan Alun-Alun yang dekat dengan stasiun. Pilihan ini diambil masyarakat untuk menghindari kemacetan lalu lintas kota, sehingga waktu liburan bersama keluarga menjadi lebih efisien dan menyenangkan,” pungkasnya.

















