Alternatif Saat Harga Elpiji Naik: KDM Sarankan Rumah Tangga Pergunakan Biogas hingga Kompor Listrik

Rabu, 22 April 2026

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

Bandung (BRS) – Kenaikan harga elpiji nonsubsidi di Jawa Barat mendorong masyarakat untuk mulai mempertimbangkan sumber energi alternatif yang lebih terjangkau. Gubernur Jawa Barat, Dedi Mulyadi, menilai kearifan lokal dapat menjadi solusi nyata dalam menghadapi lonjakan harga energi rumah tangga.

Gubernur yang akrab disapa KDM ini mengatakan, diversifikasi energi penting agar masyarakat tidak bergantung pada satu sumber saja, terutama elpiji nonsubsidi yang harganya terus meningkat. Salah satu alternatif yang dinilai potensial adalah biogas, yang dihasilkan dari pengolahan limbah organik seperti kotoran hewan ternak.

Di sejumlah wilayah seperti Kabupaten Bandung Barat, pemanfaatan biogas sudah mulai diterapkan oleh para peternak sapi. Gas yang dihasilkan terbukti mampu digunakan untuk kebutuhan memasak sehari-hari dengan nyala api yang stabil dan cukup besar.

“Bisa mengelola kotoran sapi berubah jadi energi gas, bisa, sampah, bisa, listrik bisa,” jelas KDM, Selasa (21/4/2026).

Selain biogas, ia juga menyebut penggunaan kayu bakar masih relevan, terutama bagi masyarakat di wilayah perkampungan yang memiliki akses terhadap sumber daya tersebut. Sementara itu, bagi warga perkotaan, kompor listrik dapat menjadi pilihan alternatif yang praktis dan lebih modern.

KDM menekankan bahwa setiap rumah tangga perlu menyesuaikan pilihan energi dengan kondisi ekonomi dan kebutuhan masing-masing.

“Jadi memang kita harus menyesuaikan dengan tingkat kemampuan dan kebutuhan kita,” ucapnya.

Ia juga optimistis masyarakat Jawa Barat memiliki kemampuan beradaptasi yang tinggi dalam menghadapi perubahan harga energi. Inovasi dan kreativitas warga dinilai menjadi kunci dalam mencari solusi yang efisien dan berkelanjutan.

“Saya meyakini warga Indonesia ini warga yang inovatif dan cerdas,” tambahnya.

Sebagai informasi, kenaikan harga elpiji nonsubsidi mulai berlaku sejak 18 April 2026. Di Jawa Barat, harga elpiji 12 kilogram kini mencapai Rp228.000 per tabung, sementara elpiji 5,5 kilogram naik menjadi Rp107.000 per tabung. Adapun elpiji subsidi 3 kilogram tidak mengalami perubahan harga.

Dengan adanya kenaikan ini -pemanfaatan energi alternatif berbasis kearifan lokal- diharapkan dapat menjadi solusi jangka panjang sekaligus mendukung ketahanan energi di tingkat rumah tangga.

Berita Terkait

Industri Kedirgantaraan Butuh SDM Siap Pakai, PTDI Perkuat Pusat Pelatihan
GI Jampang Kulon Kembali Beroperasi, Ekonomi Selatan Sukabumi Didorong Makin Tumbuh
PTDI Rayakan 50 Tahun Hadirkan Wayang Golek dan Wayang Kulit
Bandung Great Sale Raup Omzet Rp1,52 Miliar Dalam Tiga Hari
HUT ke-50 PTDI Diisi Aksi Sosial, dari UMKM Hingga Donor Darah
Pasar Baru Bandung dan Pecinan Lama Siap Disulap Jadi Pusat Kuliner
Kemarau Panjang Picu Krisis Air Bersih di Priangan Timur
TPSOS Gedebage Siap Olah 300 Ton Sampah per Hari

Berita Terkait

Minggu, 30 Agustus 2026 - 13:09 WIB

Industri Kedirgantaraan Butuh SDM Siap Pakai, PTDI Perkuat Pusat Pelatihan

Sabtu, 29 Agustus 2026 - 13:09 WIB

GI Jampang Kulon Kembali Beroperasi, Ekonomi Selatan Sukabumi Didorong Makin Tumbuh

Jumat, 28 Agustus 2026 - 13:07 WIB

PTDI Rayakan 50 Tahun Hadirkan Wayang Golek dan Wayang Kulit

Kamis, 27 Agustus 2026 - 13:06 WIB

Bandung Great Sale Raup Omzet Rp1,52 Miliar Dalam Tiga Hari

Rabu, 26 Agustus 2026 - 13:05 WIB

HUT ke-50 PTDI Diisi Aksi Sosial, dari UMKM Hingga Donor Darah

Berita Terbaru

BERITA UTAMA

PTDI Rayakan 50 Tahun Hadirkan Wayang Golek dan Wayang Kulit

Jumat, 28 Agu 2026 - 13:07 WIB

BERITA UTAMA

Bandung Great Sale Raup Omzet Rp1,52 Miliar Dalam Tiga Hari

Kamis, 27 Agu 2026 - 13:06 WIB

BERITA UTAMA

HUT ke-50 PTDI Diisi Aksi Sosial, dari UMKM Hingga Donor Darah

Rabu, 26 Agu 2026 - 13:05 WIB