Campak Meningkat, Jabar Genjot Imunisasi Massal Anak

Kamis, 2 April 2026

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

Bandung (BRS) – Pemerintah Provinsi Jawa Barat memperkuat langkah penanganan penyakit campak dengan menggencarkan imunisasi bagi anak usia dini melalui skema respons kejadian luar biasa.

Dinas Kesehatan Jawa Barat mendorong pelaksanaan Outbreak Response Immunization (ORI) di wilayah dengan tren kenaikan kasus. Program ini menyasar seluruh anak usia 9 hingga 59 bulan tanpa melihat riwayat imunisasi sebelumnya, sebagai upaya memutus penularan campak.

Kepala Dinas Kesehatan Jabar, Vini Adiani Dewi, mengungkapkan bahwa dua daerah telah dijadwalkan menjalankan ORI pada April 2026, yakni Kabupaten Tasikmalaya dan Kabupaten Garut, menyusul peningkatan kasus dalam beberapa waktu terakhir.

“Pelaksanaan ORI dilakukan berdasarkan peningkatan kasus di wilayah tersebut, sehingga perlu intervensi cepat untuk mencegah penyebaran lebih luas,” ujarnya, Rabu (1/4/2026) kemarin.

Sebelumnya, ORI juga telah digelar di sejumlah puskesmas di Kabupaten Garut pada Februari 2026, sebagai langkah awal pengendalian wabah.

Selain ORI, upaya lain yang ditempuh adalah Catch Up Campaign (CUC), yaitu imunisasi campak-rubella bagi anak yang belum mendapatkan vaksinasi lengkap. Program ini saat ini berlangsung di delapan kabupaten/kota, termasuk Kota Bandung, Kota Depok, hingga Kabupaten Bogor, dengan target cakupan 100 persen.

Vini memastikan stok vaksin campak-rubella di Jawa Barat dalam kondisi aman untuk mendukung kedua program tersebut. “Apabila terjadi kekurangan, fasilitas kesehatan dapat segera berkoordinasi dengan Dinas Kesehatan Provinsi,” katanya.

Di sisi lain, fasilitas kesehatan diminta sigap melaporkan setiap temuan suspek campak dalam waktu maksimal 24 jam. Penanganan pasien juga harus dilakukan sesuai prosedur, mulai dari isolasi hingga pemberian vitamin A dan asupan gizi yang memadai.

Masyarakat pun diimbau untuk tidak menunda imunisasi anak. Pemerintah menegaskan, kelengkapan imunisasi menjadi kunci utama mencegah penyebaran campak, yang diberikan pada usia 9 bulan, 18 bulan, dan saat anak duduk di bangku kelas 1 SD atau sederajat.

Berita Terkait

PT KAI Daop 2 Bandung Apresiasi Dukungan Gubernur Jabar Untuk Keselamatan Perjalanan Kereta
1.147 Mahasiswa UPI Diterjunkan ke Sekolah, Bantu Atasi Kekurangan Guru di Jawa Barat
AAF 2026, Teguhkan Semangat Kolaborasi Global, Keberlanjutan, dan Inklusivitas
Dua Hari Menjadi “Jepang” di Cikarang: Saat Sakura Matsuri Menyatukan Budaya, Industri, dan Generasi Muda
Diplomasi Kopi Warnai Asia Africa Festival 2026, Bandung Perkuat Kerja Sama Antarbangsa
Len Kembangkan Advanced Materials, Dari Tambang ke Produk Teknologi Tinggi
3.500 Warga Bandung Ikuti Pelatihan Kerja Gratis, Siap Jadi Pencari Kerja dan Wirausahawan
6 Maskapai Siap Terbang Dari Bandara Husein, Rute ke Singapura Hingga Bali Dibuka

Berita Terkait

Rabu, 15 Juli 2026 - 12:23 WIB

PT KAI Daop 2 Bandung Apresiasi Dukungan Gubernur Jabar Untuk Keselamatan Perjalanan Kereta

Selasa, 14 Juli 2026 - 12:21 WIB

1.147 Mahasiswa UPI Diterjunkan ke Sekolah, Bantu Atasi Kekurangan Guru di Jawa Barat

Senin, 13 Juli 2026 - 12:20 WIB

AAF 2026, Teguhkan Semangat Kolaborasi Global, Keberlanjutan, dan Inklusivitas

Minggu, 12 Juli 2026 - 18:34 WIB

Dua Hari Menjadi “Jepang” di Cikarang: Saat Sakura Matsuri Menyatukan Budaya, Industri, dan Generasi Muda

Minggu, 12 Juli 2026 - 12:19 WIB

Diplomasi Kopi Warnai Asia Africa Festival 2026, Bandung Perkuat Kerja Sama Antarbangsa

Berita Terbaru