Ada Sarapan Sehat Di Sarae Bakes

Sabtu, 11 November 2023

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

Bandung (BRS) – Menerapkan gaya hidup sehat kini sudah menjadi tren yang dilakukan oleh banyak orang, terutama di perkotaan. Salah satunya yaitu dengan mengatur sajian makanan, termasuk saat sarapan.

Di antara banyaknya makanan menyehatkan yang cocok untuk dijadikan menu sarapan, salah satu contohnya ada roti gandum. Kini di Kota Bandung sudah ada beberapa toko roti gandum handmade yang fresh from the oven, seperti yang disediakan oleh Sarae Bakes.

Berawal dari usaha kecil-kecilan di rumah saat pandemi, tepatnya di Bojong Koneng. Kini Sarae Bakes terus berkembang dan membuka cabang keduanya di Dago, tepatnya berlokasi dalam satu bangunan dengan co-working space Foodiizz, dengan jam operasional pada pukul 06.00 – 19.00 WIB.

“Sebetulnya Sarae Bakes ini merupakan salah satu produk hasil pandemi di tahun 2020. Saat itu kita semua harus karantina. Nah saya dan suami coba mulai produksi roti gandum vegan ini di rumah dan awalnya dijual secara online melalui pesan whatsapp,” ungkap Owner Sarae Bakes, Petty Widyanti, Jumat (10/11/2023).

“Kebetulan profesi saya seorang dokter. Saat itu saya berhenti praktek selain karena pandemi dan sedang hamil besar. Akhirnya saya membuka usaha Sarae Bakes roti gandum vegan, yaitu tanpa susu, tanpa butter dan tanpa telur. Karena saya ingin memberikan value Kesehatan dan bisa menjawab kebutuhan mereka yang memiliki alergi” Sambungnya.

Perlu diketahui gandum merupakan tanaman rumput yang dibudidayakan untuk bijinya yaitu biji gandum yang mengandung protein dan karbohidrat yang tinggi, maka dari itu roti gandum mengandung serat yang lebih tinggi.

Selain Karbohidrat, gandum juga mengandung berbagai vitamin, mineral dan senyawa tumbuhan yang juga sangat bermanfaat bagi Kesehatan. Terlebih pada produk roti Sarae Bakes ini yang dalam adonannya ditambahkan biji-bijian sampai 40 persen.

“Selain gandum yang menjadi bahan dasarnya terus terang masih bercampur dengan terigu,tetapi kita perkaya dengan enam biji-bijian seperti biji labu, selasih, biji bunga matahari, biji rami (flaxseed), oats, dan biji gandum utuh, sehingga memperkaya serat,”terang Petty.

Tidak hanya untuk mengganjal perut lebih lama, tetapi juga berpengaruh pada peningkatan kadar gula darah. Selain serat, Petty juga melakukan penyesuaian pada bahan lainnya yang mempengaruhi kadar gula darah.

“Sarae bakes ini pakai gula aren. Gula aren itu indeks glikemiknya setengahnya dari gula putih,” jelasnya.

Dengan segala pertimbangan kandungan gula dalam produknya, Petty menyebutkan, sebagian besar konsumen Sarae Bakes datang dari kalangan dewasa.

“Untuk marketnya kita sendiri sekitar 70 persen usia 30 tahunan ke atas, 30 persennya lagi remaja-remaja,” sebut Petty.

Produk Sarae Bakes dibanderol dengan harga mulai dari Rp12.000. Selain menu manis, Sarae Bakes juga memiliki pilihan menu dengan rasa gurih dan asin. Seperti sandwich dengan berbagai pilihan isi, dan ada juga nasi shirataki untuk menu makan siang.

Tentunya varian menu yang disediakan dapat mengganjal perut lebih lama karena kandungan gizinya tercukupi dengan baik.

Berita Terkait

Jababeka Gelar Pelatihan Pemanfaatan AI dan Drone untuk Pelaporan Keberlanjutan bersama President University dan University of Southern Queensland
Dari Loket ke Satu Aplikasi, Cara Masyarakat Naik Kereta Terus Berubah
GIIAS Bandung 2026 Padukan Otomotif, Diecast, dan Musik di Akhir Pekan
Warga Keluhkan Halte BRT di Tengah Jalan, Pemkot Bandung Desak Sosialisasi Diperkuat
PLN Kenalkan Gaya Hidup Serba Listrik Di GIIAS Bandung, Dari Home Charging Hingga Smart Home
Program Poe Ibu Sukses Renovasi 18 Rutilahu di Garut
Wagub Jabar Targetkan 27 Kabupaten/Kota Terakses Perlindungan Sosial Digital pada 2027
Besok GIIAS Bandung 2026 Dibuka, Hadirkan Merek Baru dan Sediakan Area Parkir Luas

Berita Terkait

Selasa, 15 September 2026 - 16:59 WIB

Jababeka Gelar Pelatihan Pemanfaatan AI dan Drone untuk Pelaporan Keberlanjutan bersama President University dan University of Southern Queensland

Selasa, 15 September 2026 - 08:46 WIB

Dari Loket ke Satu Aplikasi, Cara Masyarakat Naik Kereta Terus Berubah

Senin, 14 September 2026 - 08:45 WIB

GIIAS Bandung 2026 Padukan Otomotif, Diecast, dan Musik di Akhir Pekan

Minggu, 13 September 2026 - 08:43 WIB

Warga Keluhkan Halte BRT di Tengah Jalan, Pemkot Bandung Desak Sosialisasi Diperkuat

Sabtu, 12 September 2026 - 08:42 WIB

PLN Kenalkan Gaya Hidup Serba Listrik Di GIIAS Bandung, Dari Home Charging Hingga Smart Home

Berita Terbaru