Jangan Anggap Remeh DBD, Segera Periksakan Ke Dokter Jika Sudah Ada Tanda-Tandanya

Jumat, 8 Maret 2024

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

Bandung (BRS) – Sebagai kategori penyakit musiman yang kerap terjadi di Indonesia, Demam Berdarah Dengue (DBD) tidak boleh dipandang sebelah mata.

Dari beberapa sumber disebutkan, (DBD) adalah penyakit infeksi akibat virus dengue yang ditularkan dari nyamuk ke manusia. Namun, tidak semua nyamuk bisa menyebabkan penyakit ini, hanya nyamuk Aedes aegypti betina yang dapat membawa dan menularkan virus penyebab DBD.

“DBD itu kadang tidak ada gejalanya, tapi sekalinya menimbulkan gejala itu yang harus diwaspadai dan jangan dianggap remeh,” ucap Staf Divisi Infeksi dan Penyakit Tropis Fakultas Kedokteran UNPAD/RSHS, dr. Djatnika Setiabudhi pada acara Bewara Jabar (BEJA) di Aula Timur Gedung Sate Bandung, Jumat (8/3/2024).

“DBD ini tidak pandang bulu, mereka yang kena DBD bisa saja bayi usia 2 bulan, atau remaja atau bahkan lansia usia 70 tahunan,” kata dr. Djatnika.

“Umumnya penderitanya itu sering mengalami demam tinggi atau demam dengue, sakit kepala, sakit di belakang mata, badan pegal-pegal atau nyeri, mual, dan muncul ruam-ruam merah di hampir sekujur tubuh,” ungkapnya.

dr. Djatnika juga menyebut, jika sudah diyakini terkena DBD, harus dilakukan penanganan dengan segera, karena dapat mengancam jiwa. Oleh karena itu, penting untuk mencegah kondisi ini dari awal dengan berbagai langkah, termasuk dengan melakukan vaksin DBD.

Keberhasilan dari pencegahan penyebaran DBD harus dimulai dari adanya peningkatan kesadaran serta partisipasi aktif masyarakat dalam upaya pengendalian penyakit yang ditularkan oleh nyamuk ini.

Berita Terkait

Jababeka Gelar Pelatihan Pemanfaatan AI dan Drone untuk Pelaporan Keberlanjutan bersama President University dan University of Southern Queensland
Dari Loket ke Satu Aplikasi, Cara Masyarakat Naik Kereta Terus Berubah
GIIAS Bandung 2026 Padukan Otomotif, Diecast, dan Musik di Akhir Pekan
Warga Keluhkan Halte BRT di Tengah Jalan, Pemkot Bandung Desak Sosialisasi Diperkuat
PLN Kenalkan Gaya Hidup Serba Listrik Di GIIAS Bandung, Dari Home Charging Hingga Smart Home
Program Poe Ibu Sukses Renovasi 18 Rutilahu di Garut
Wagub Jabar Targetkan 27 Kabupaten/Kota Terakses Perlindungan Sosial Digital pada 2027
Besok GIIAS Bandung 2026 Dibuka, Hadirkan Merek Baru dan Sediakan Area Parkir Luas

Berita Terkait

Selasa, 15 September 2026 - 16:59 WIB

Jababeka Gelar Pelatihan Pemanfaatan AI dan Drone untuk Pelaporan Keberlanjutan bersama President University dan University of Southern Queensland

Selasa, 15 September 2026 - 08:46 WIB

Dari Loket ke Satu Aplikasi, Cara Masyarakat Naik Kereta Terus Berubah

Senin, 14 September 2026 - 08:45 WIB

GIIAS Bandung 2026 Padukan Otomotif, Diecast, dan Musik di Akhir Pekan

Minggu, 13 September 2026 - 08:43 WIB

Warga Keluhkan Halte BRT di Tengah Jalan, Pemkot Bandung Desak Sosialisasi Diperkuat

Sabtu, 12 September 2026 - 08:42 WIB

PLN Kenalkan Gaya Hidup Serba Listrik Di GIIAS Bandung, Dari Home Charging Hingga Smart Home

Berita Terbaru