Bey Yakin, Dalam Satu Pekan Sampah Di BBS Citarum Akan Bersih

Minggu, 16 Juni 2024

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

Bandung (BRS) – Sungai Citarum di Bandung Barat menghadapi masalah yang semakin serius dengan adanya penumpukan sampah yang terus meningkat, tepatnya di aliran sungai bawah Jembatan Babakan Sapan (BBS) Batujajar, Kabupaten Bandung Barat.

Sebagai salah satu sungai terbesar dan terpanjang di Jawa Barat, Sungai Citarum memiliki peran vital dalam kehidupan masyarakat sekitar. Namun, kondisi sungai ini semakin memprihatinkan karena berbagai faktor yang menyebabkan pencemaran dan penumpukan sampah yang tidak terkendali.

Saat meninjau ke lokasi, Rabu (12/6/2024), Penjabat Gubernur Jabar Bey Machmudin mengatakan, bahwa sampah-sampah ini harus segera dibersihkan, dan diperkirakan akan memakan waktu antara 5 – 7 hari.

“Ini sampahnya sudah sangat banyak sekali dan menumpuk, jadi harus dengan alat berat juga untuk membersihkannya,” kata Bey.

“Kami harus gerak cepat, koordinasi bersama, karena ini masalah bersama,” tegas Bey.

Tumpukan sampah di daerah aliran sungai (DAS) Citarum tersebut belakangan viral di media sosial karena badan sungai seluruhnya tertutup oleh sampah.

Diketahui, penumpukan sampah sudah terjadi sejak beberapa waktu lalu dan semakin parah sejak akhir pekan kemarin.

Pihak BBWS Citarum, Dinas Lingkungan Hidup Jabar dan sejumlah pihak pun sudah menerjunkan petugas dan alat berat untuk membersihkan sampah yang menutup sungai. Bey memastikan kehadirannya di lokasi agar proses pembersihan berlangsung cepat.

Bey menilai fenomena penumpukan yang hampir menyerupai pulau sampah ini terjadi karena ketinggian air tengah turun dan adanya sedimentasi sungai. Hal ini diperparah dengan kebiasaan warga di DAS Citarum yang masih membuang sampah ke sungai.

“Memang ini kan karena airnya turun, dan adanya sedimen dan terutama juga sampah ini kan kembali kepada kedisiplinan warga. Jadi kami mohon masyarakat jangan membuang sampah sembarangan, buanglah sampah pada tempatnya, bukan ke sungai dan ini akibatnya,” kata Bey.

Dari penjelasan di lapangan, menurutnya jika aliran sungai lancar, sampah-sampah tersebut akan tertahan di ujung, namun karena volume sampah sudah meninggi ditambah sedimen maka sampah tersebut bertumpuk di sepanjang aliran yang melintas di bawah jembatan BBS.

Pihaknya menargetkan upaya pembersihan sampah yang akan dilakukan secara maraton agar sampah bersih dalam satu pekan ke depan. Namun karena asal sampah datang dari berbagai daerah di Bandung Raya, proses pembersihan menurut Bey akan memakan waktu.

Bey juga menyebut, Jawa Barat pada 2025 harus dapat mengurangi volume sampah hingga 30%. Pencapaian ini bisa diraih jika sampah organik bisa dikurangi dari level rumah tangga.

Berita Terkait

Perempuan Dominasi Pendaki, WAC 2026 Dorong Petualang Mandiri
Petak Cibeber – Lampegan Kembali Tergerus Air, KA Siliwangi Batal Berangkat
Alternatif Saat Harga Elpiji Naik: KDM Sarankan Rumah Tangga Pergunakan Biogas hingga Kompor Listrik
Stok Minyak Bersubsidi Aman, Harga Pangan di Pasar Bandung Tetap Stabil Meski Cabai Berfluktuasi
Jalur KA Cibeber–Lampegan Amblas, KAI Batalkan Perjalanan Siliwangi Demi Keselamatan
Trotoar Diperbaiki, Parkir Liar Ditindak! Bandung Gaspol Benahi Wajah Kota
Pemkot Bandung Perketat Disiplin Petugas Kebersihan, Siapkan ATCS Berbasis AI
Bayi Alami KIPI, Dinkes Bandung Pastikan Kondisi Sudah Membaik

Berita Terkait

Jumat, 24 April 2026 - 10:52 WIB

Perempuan Dominasi Pendaki, WAC 2026 Dorong Petualang Mandiri

Kamis, 23 April 2026 - 10:52 WIB

Petak Cibeber – Lampegan Kembali Tergerus Air, KA Siliwangi Batal Berangkat

Rabu, 22 April 2026 - 10:50 WIB

Alternatif Saat Harga Elpiji Naik: KDM Sarankan Rumah Tangga Pergunakan Biogas hingga Kompor Listrik

Selasa, 21 April 2026 - 10:49 WIB

Stok Minyak Bersubsidi Aman, Harga Pangan di Pasar Bandung Tetap Stabil Meski Cabai Berfluktuasi

Senin, 20 April 2026 - 10:48 WIB

Jalur KA Cibeber–Lampegan Amblas, KAI Batalkan Perjalanan Siliwangi Demi Keselamatan

Berita Terbaru

BERITA UTAMA

Perempuan Dominasi Pendaki, WAC 2026 Dorong Petualang Mandiri

Jumat, 24 Apr 2026 - 10:52 WIB