Sambut Nataru, Daop 2 Bandung Siapkan Bantalan Sintetis Rel Kereta Api

Kamis, 5 Desember 2024

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

Bandung (BRS) – Sebagai bagian dari komitmen PT Kereta Api Indonesia (Persero) dalam mendukung keberlanjutan kelestarian lingkungan, PT KAI melakukan inovasi baru berupa penggunaan bantalan sintetis ramah lingkungan pada rel kereta api.

Langkah ini merupakan wujud nyata PT KAI dalam mengintegrasikan aspek lingkungan ke dalam operasional sehari-hari. Bantalan sintetis ini menggantikan bantalan kayu pada jembatan baja sehingga lebih ramah lingkungan, tahan lama, dan efisien.

Executive Vice President KAI Daop 2 Bandung, Dicky Eka Priandana menjelaskan penggunaan bantalan sintetis ini menggantikan bantalan konvensional berbahan kayu, yang selama ini bergantung pada sumber daya alam hutan.

“Bantalan sintetis yang dikembangkan terbuat dari bahan daur ulang dengan daya tahan tinggi, lebih kuat, tahan terhadap cuaca ekstrem dan tidak memerlukan penebangan pohon untuk diproduksi. Tentunya hal tersebut merupakan salah satu inovasi yang dihadirkan PT KAI sebagai solusi berkelanjutan untuk masa depan,” jelas Dicky dalam keterangan resminya, Kamis (5/12/2024).

Dicky menjelaskan, langkah ini menjadi bagian penting dari salah satu persiapan menghadapi masa libur Natal dan Tahun Baru (Nataru) 2024/2025 yang berlangsung dari 19 Desember 2024 hingga 5 Januari 2025.

Di Tahun 2024 khusus di wilayah operasional Daop 2 Bandung ada 1.896 bantalan sintetis yang sudah terpasang dan sedang dalam proses pemasangan dan ditargetkan sebelum Angkutan Nataru berlangsung sudah selesai terpasang.

“Kami terus berinovasi untuk menciptakan operasional yang lebih ramah lingkungan, sejalan dengan visi KAI untuk mendukung pembangunan yang berkelanjutan. Dengan mengganti bantalan kayu dengan bantalan sintetis, kami berharap dapat berkontribusi signifikan dalam pelestarian lingkungan, sekaligus meningkatkan efisiensi jangka panjang,” jelas Dicky.

Berikut beberapa keunggulan Bantalan Sintetis

1. Ramah Lingkungan
Dibuat dari material daur ulang, mengurangi limbah plastik dan mengurangi deforestasi.

2. Daya Tahan Tinggi

Bantalan ini memiliki masa pakai lebih panjang, tahan terhadap cuaca ekstrem, serta lebih kuat dibandingkan bantalan kayu.

3. Efisiensi Biaya
Dengan umur pemakaian yang lebih panjang, biaya perawatan dan penggantian dapat ditekan.

“Kami terus berkomitmen dan mempromosikan inovasi berbasis keberlanjutan di sektor transportasi serta terus mengimplementasikan inovasi ramah lingkungan yang berkelanjutan di berbagai aspek operasional. Kami juga mengajak seluruh pihak untuk bersama-sama mendukung pelestarian lingkungan untuk jangka panjang,” tutup Dicky.

Berita Terkait

Bio Farma Mulai Operasikan Fasilitas CNG, Pangkas Emisi dan Tingkatkan Efisiensi Energi
PT KAI Daop 2 Bandung Apresiasi Dukungan Gubernur Jabar Untuk Keselamatan Perjalanan Kereta
1.147 Mahasiswa UPI Diterjunkan ke Sekolah, Bantu Atasi Kekurangan Guru di Jawa Barat
AAF 2026, Teguhkan Semangat Kolaborasi Global, Keberlanjutan, dan Inklusivitas
Dua Hari Menjadi “Jepang” di Cikarang: Saat Sakura Matsuri Menyatukan Budaya, Industri, dan Generasi Muda
Diplomasi Kopi Warnai Asia Africa Festival 2026, Bandung Perkuat Kerja Sama Antarbangsa
Len Kembangkan Advanced Materials, Dari Tambang ke Produk Teknologi Tinggi
3.500 Warga Bandung Ikuti Pelatihan Kerja Gratis, Siap Jadi Pencari Kerja dan Wirausahawan

Berita Terkait

Kamis, 16 Juli 2026 - 12:24 WIB

Bio Farma Mulai Operasikan Fasilitas CNG, Pangkas Emisi dan Tingkatkan Efisiensi Energi

Rabu, 15 Juli 2026 - 12:23 WIB

PT KAI Daop 2 Bandung Apresiasi Dukungan Gubernur Jabar Untuk Keselamatan Perjalanan Kereta

Selasa, 14 Juli 2026 - 12:21 WIB

1.147 Mahasiswa UPI Diterjunkan ke Sekolah, Bantu Atasi Kekurangan Guru di Jawa Barat

Senin, 13 Juli 2026 - 12:20 WIB

AAF 2026, Teguhkan Semangat Kolaborasi Global, Keberlanjutan, dan Inklusivitas

Minggu, 12 Juli 2026 - 18:34 WIB

Dua Hari Menjadi “Jepang” di Cikarang: Saat Sakura Matsuri Menyatukan Budaya, Industri, dan Generasi Muda

Berita Terbaru