Pegang Tiket Resmi, Penumpang KA Commuter Line Garut Malah Diinterogasi Petugas, Sempat Dituding Romli

Minggu, 11 Mei 2025

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

Foto : Ilustrasi

Bandung (BRS) – Lima remaja yang hendak menaiki KA Commuter Line (CL) Garut ke Bandung mendapat perlakuan kurang menyenangkan dari petugas keamanan di Stasiun Wanaraja, Minggu pagi (11/5/2025).

Mereka terkesan diinterogasi gegara titik keberangkatan yang dianggap tak sesuai dalam keterangan tiket.

Kelima orang itu sebelumnya sudah memesan tiket KA CL relasi Garut-Padalarang tersebut. Tiket yang sudah dipesan itu memang dari Garut-Kiaracondong dengan jam keberangkatan dari Kota Dodol pukul 05.35.

Hanya saja, naik di stasiun antara tujuan terutama yang dekat dengan titik tolakan awal namun masih di dalam rentang rute cenderung sudah menjadi praktik lumrah dan diperbolehkan, kecuali titik awal tersebut di luar relasi yang dipesan seperti membeli tiket awal di Stasiun Kiaracondong tapi naik dari Stasiun Besar Bandung saat hendak ke Banjar misalnya.

Foto: Tiket resmi

“Kami sempat dicegah naik oleh petugas keamanan KCI dengan alasan tiketnya tidak sesuai stasiun keberangkatan,” kata satu dari remaja tersebut, Rizky Akmal (19).

Diceritakan, sebelum diceramahi petugas, rombongannya sebenarnya tak ada masalah karena tiket yang dimiliki berhasil terpindai di gate masuk. Namun tak lama kemudian, mereka justru langsung dihampiri PAM KCI.

Tindakan tersebut tak diterima petugas. Tudingan pun dialamatkan termasuk membandingkannya dengan modus orang yang hendak naik secara cuma-cuma. Debat pun terjadi.

Sekalipun salah satu penumpang remaja tersebut sudah memperlihatkan pernyataan bahwa praktik seperti itu boleh dilakukan, dengan mengutip keterangan dari Humas PT KAI Daop 2 Bandung, petugas menganggapnya tidak valid.

“Ini kan ada keluarga yang kenal di humas kereta, kita menanyakan naik bukan di stasiun awal tapi setelahnya boleh gak, kan dekat antara Garut ke Wanaraja, masih Garut juga, bukan saya naik dari Garut tapi tiket berangkat dari Wanaraja, bukan seperti itu, tapi petugasnya membantah informasi itu. Dia menyebutnya salah,” tandasnya yang baru turun dari Stasiun Kiaracondong, Bandung.

Dia dan teman-temannya mengaku tak nyaman dengan kejadian tersebut. Sebagai penumpang, mereka merasa dipermalukan. Padahal, mereka membeli tiket secara resmi.

“Kami bukan penumpang liar, atau romli, rombongan liar. Ini pergi ke Garut saja, pesannya langsung bolak-balik. Kita naik dari Wanaraja, karena lebih dekat dibanding Garut dari rumah teman ternyata, pas berangkat Jumat, kita juga turun di Wanaraja. Nah saat mau pulang, kita tanya-tanya juga, boleh gak, kata humas itu boleh, kenapa kemudian jadi masalah,” katanya.

Dia pun meminta kejelasan atas kebijakan tersebut. Rizky juga meminta petugas lebih elegan dalam melakukan pelayanan. Pasalnya, mereka cenderung kasar dan memojokkan mereka sebagai penumpang.

“Sempat menarik perhatian penumpang lain di stasiun. Tapi itukan kita adu argumen dulu sebelum diperbolehkan naik KA Commuter Garut,” katanya.

Berita Terkait

Bio Farma Mulai Operasikan Fasilitas CNG, Pangkas Emisi dan Tingkatkan Efisiensi Energi
PT KAI Daop 2 Bandung Apresiasi Dukungan Gubernur Jabar Untuk Keselamatan Perjalanan Kereta
1.147 Mahasiswa UPI Diterjunkan ke Sekolah, Bantu Atasi Kekurangan Guru di Jawa Barat
AAF 2026, Teguhkan Semangat Kolaborasi Global, Keberlanjutan, dan Inklusivitas
Dua Hari Menjadi “Jepang” di Cikarang: Saat Sakura Matsuri Menyatukan Budaya, Industri, dan Generasi Muda
Diplomasi Kopi Warnai Asia Africa Festival 2026, Bandung Perkuat Kerja Sama Antarbangsa
Len Kembangkan Advanced Materials, Dari Tambang ke Produk Teknologi Tinggi
3.500 Warga Bandung Ikuti Pelatihan Kerja Gratis, Siap Jadi Pencari Kerja dan Wirausahawan

Berita Terkait

Kamis, 16 Juli 2026 - 12:24 WIB

Bio Farma Mulai Operasikan Fasilitas CNG, Pangkas Emisi dan Tingkatkan Efisiensi Energi

Rabu, 15 Juli 2026 - 12:23 WIB

PT KAI Daop 2 Bandung Apresiasi Dukungan Gubernur Jabar Untuk Keselamatan Perjalanan Kereta

Selasa, 14 Juli 2026 - 12:21 WIB

1.147 Mahasiswa UPI Diterjunkan ke Sekolah, Bantu Atasi Kekurangan Guru di Jawa Barat

Senin, 13 Juli 2026 - 12:20 WIB

AAF 2026, Teguhkan Semangat Kolaborasi Global, Keberlanjutan, dan Inklusivitas

Minggu, 12 Juli 2026 - 18:34 WIB

Dua Hari Menjadi “Jepang” di Cikarang: Saat Sakura Matsuri Menyatukan Budaya, Industri, dan Generasi Muda

Berita Terbaru