Perempuan Dominasi Pendaki, WAC 2026 Dorong Petualang Mandiri

Jumat, 24 April 2026

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

Garut (BRS) – Tren keterlibatan perempuan dalam kegiatan alam bebas terus menunjukkan peningkatan signifikan. Hal ini ditegaskan oleh Galih Donikara, Advisor Eiger Adventure Service Team (EAST), yang menyebut bahwa perempuan kini mendominasi komunitas penggiat alam.

“Kebanyakan umat penggiat alam bebas adalah perempuan. Riset menunjukkan angkanya mencapai 53%,” ujar Galih saat penutupan rangkaian pertama Woman Adventure Camp (WAC) 2026 di Gunung Papandayan, Minggu (12/4/2026).

Kegiatan yang digagas Eiger Adventure ini kembali digelar untuk kelima kalinya dengan mengangkat tema kesehatan mental dan higienitas perempuan di alam terbuka. Pemilihan Gunung Papandayan, Kabupaten Garut, dinilai tepat karena memiliki kondisi yang relatif mendukung kenyamanan peserta.

Faktor kebersihan area kamp, ketersediaan air bersih, serta fasilitas toilet yang layak menjadi pertimbangan utama.

“Kenyamanan dasar seperti ini sangat penting, terutama bagi peserta perempuan agar tetap merasa aman selama berkegiatan,” jelas Galih.

WAC 2026 diikuti oleh 75 peserta dari berbagai daerah di Indonesia, bahkan melibatkan peserta dari Malaysia. Mayoritas peserta merupakan perempuan muda yang memiliki minat besar terhadap kegiatan pendakian dan eksplorasi alam.

Program ini tidak hanya berfokus pada pelatihan teknis, tetapi juga menjadi ruang pemberdayaan perempuan agar lebih mandiri, percaya diri, dan memiliki pengetahuan yang memadai saat beraktivitas di alam bebas.

Menurut Galih, fenomena meningkatnya partisipasi perempuan juga terlihat di berbagai ruang sosial lain, seperti kegiatan pengajian yang didominasi oleh ibu-ibu. Ia menilai, pendekatan edukatif seperti di pengajian juga perlu diterapkan dalam kegiatan alam bebas.

“Di alam terbuka rasanya harus ada juga ‘ustazah-ustazah’ yang memberikan wawasan, agar para perempuan bisa belajar mendaki dengan benar,” katanya. Ia menambahkan, mendaki gunung memiliki kesamaan dengan kehidupan yang membutuhkan proses belajar dan pemahaman.

Kepala Sekolah WAC 2026, Dini Hanifah, menekankan bahwa penyelenggaraan kegiatan di bulan April memiliki makna khusus karena bertepatan dengan momentum Hari Kartini.

“Dilaksanakan dalam suasana perayaan Hari Kartini, program ini merayakan perjuangan, ketangguhan, dan kebebasan perempuan seperti semangat Ibu Kartini,” ujarnya.

Puncak kegiatan WAC 2026 ditandai dengan pendakian bersama ke Puncak Papandayan. Dalam momen tersebut, peserta mengibarkan bendera Merah Putih raksasa sebagai simbol semangat dan persatuan perempuan Indonesia.

“Merah Putih yang berkibar gagah di atas Papandayan adalah simbol Kartini masa kini. Ini bukan sekadar petualangan, melainkan energi untuk terus berkarya bagi negeri,” ungkapnya.

Selain itu, kegiatan ini juga selaras dengan peringatan Hari Bumi pada 22 April. WAC 2026 menekankan pentingnya pelestarian lingkungan melalui berbagai aksi nyata.

Peserta diwajibkan membawa perlengkapan pribadi seperti kotak makan dan tumbler guna mengurangi sampah plastik. Panitia juga menerapkan sistem pemilahan sampah organik dan anorganik selama kegiatan berlangsung.

Di akhir acara, seluruh peserta melakukan penanaman bibit pohon di lereng Gunung Papandayan sebagai bentuk kontribusi terhadap pemulihan ekosistem.

Salah satu peserta, Neng Ibeth Jubaedah, mengapresiasi langkah tersebut. “Karena Papandayan pernah mengalami kebakaran, penanaman ini jadi upaya nyata untuk memperbaiki vegetasi,” ujarnya.

Melalui WAC 2026, Eiger Adventure berharap perempuan tidak hanya menunjukkan kapasitasnya sebagai penggiat alam, tetapi juga menjadi garda terdepan dalam menjaga kelestarian lingkungan.

Galih menutup dengan pesan sederhana namun kuat, “Kalau kita jaga alam, alam jaga kita. Pohon tumbuh, Indonesia teduh.”

Sementara itu, Dini berharap kegiatan ini mampu mematahkan stereotip terhadap perempuan. “Kami ingin perempuan bisa lebih aman dan nyaman saat berkegiatan di alam bebas,” pungkasnya.

Berita Terkait

Petak Cibeber – Lampegan Kembali Tergerus Air, KA Siliwangi Batal Berangkat
Alternatif Saat Harga Elpiji Naik: KDM Sarankan Rumah Tangga Pergunakan Biogas hingga Kompor Listrik
Stok Minyak Bersubsidi Aman, Harga Pangan di Pasar Bandung Tetap Stabil Meski Cabai Berfluktuasi
Jalur KA Cibeber–Lampegan Amblas, KAI Batalkan Perjalanan Siliwangi Demi Keselamatan
Trotoar Diperbaiki, Parkir Liar Ditindak! Bandung Gaspol Benahi Wajah Kota
Pemkot Bandung Perketat Disiplin Petugas Kebersihan, Siapkan ATCS Berbasis AI
Bayi Alami KIPI, Dinkes Bandung Pastikan Kondisi Sudah Membaik
Naik Kelas! KA Bangunkarta dan Singasari Kini Gunakan Rangkaian Baru, Layanan KAI Makin Nyaman

Berita Terkait

Jumat, 24 April 2026 - 10:52 WIB

Perempuan Dominasi Pendaki, WAC 2026 Dorong Petualang Mandiri

Kamis, 23 April 2026 - 10:52 WIB

Petak Cibeber – Lampegan Kembali Tergerus Air, KA Siliwangi Batal Berangkat

Rabu, 22 April 2026 - 10:50 WIB

Alternatif Saat Harga Elpiji Naik: KDM Sarankan Rumah Tangga Pergunakan Biogas hingga Kompor Listrik

Selasa, 21 April 2026 - 10:49 WIB

Stok Minyak Bersubsidi Aman, Harga Pangan di Pasar Bandung Tetap Stabil Meski Cabai Berfluktuasi

Senin, 20 April 2026 - 10:48 WIB

Jalur KA Cibeber–Lampegan Amblas, KAI Batalkan Perjalanan Siliwangi Demi Keselamatan

Berita Terbaru

BERITA UTAMA

Perempuan Dominasi Pendaki, WAC 2026 Dorong Petualang Mandiri

Jumat, 24 Apr 2026 - 10:52 WIB