Susun Road Map Pengelolaan Sampah, Bandung Targetkan Tidak Lagi Buang Sampah Ke TPA

Sabtu, 25 April 2026

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

Bandung (BRS) – Hingga akhir 2026 Pemerintah Kota (Pemkot) Bandung harus berkomitmen untuk tidak lagi membuang sampah ke Tempat Pembuangan Akhir (TPA). Hal tersebut ditegaskan Wali Kota Bandung Muhammad Farhan terkait adanya target pemerintah pusat yang akan menghentikan sistem open dumping pada akhir tahun 2026.

“Kita punya waktu enam bulan dari sekarang untuk memastikan di akhir tahun 2026 tidak ada lagi pembuangan sampah ke TPA. Ini harus disiapkan dari sekarang,” tegas Farhan di Bandung, Jumat (24/4/2026).

“Kita harus mulai menyusun road map pengelolaan sampah sebagai langkah menuju target nasional penghentian sistem open dumping pada akhir tahun 2026,” ungkap Farhan.

“Tentunya kami segera berkoordinasi dengan Kementerian Lingkungan Hidup untuk memastikan kesiapan Kota Bandung dalam menghadapi kebijakan tersebut,” imbuhnya.

Farhan menuturkan, sebagai langkah awal, dalam mengurangi ketergantungan terhadap TPA, Pemkot Bandung menargetkan peningkatan pengelolaan sampah di hulu sebesar 100 hingga 200 ton per hari.

Wali Kota Bandung Muhammad Farhan

Menurutnya, saat ini total produksi sampah Kota Bandung mencapai sekitar 1.800 ton per hari, sehingga masih terdapat tantangan dalam mengelola sisa volume sampah yang cukup besar.

“Sampah Kota Bandung per harinya mencapai 1.800 ton. Itu bukan jumlah kecil dan sedikit. Jumlah itu harus kami kurangi, dan itu tantangan yang harus dicari solusinya,” jelas Farhan.

“Jadi pengolahan sampah dari hulu itu menjadi kunci agar beban ke Tempat Pembuangan Akhir dapat dikurangi secara signifikan. Kami optimis walau saat ini dilakukan secara bertahap,” kata Farhan.

Selain pengolahan di hulu, Pemerintah Kota Bandung juga menghadapi kendala operasional akibat pembatasan kuota pembuangan ke TPA. Kondisi ini menyebabkan antrean panjang kendaraan pengangkut sampah dari berbagai wilayah di Bandung Raya.

“Saat ini kan ada pembatasan kuota pembuangan sampah ke TPA. Jadi pada antri,” imbuhnya.

Di tengah kondisi tersebut, Farhan menilai, pentingnya pendekatan yang tidak hanya fokus pada pengurangan sampah, tetapi juga menghindari dampak lingkungan baru.

“Jadi jangan sampai pengurangan pembuangan sampah ke TPA ini malah menimbulkan polusi di Kota Bandung. Kita harus cari jalan keluarnya,” pungkas Farhan.

Berita Terkait

Industri Kedirgantaraan Butuh SDM Siap Pakai, PTDI Perkuat Pusat Pelatihan
GI Jampang Kulon Kembali Beroperasi, Ekonomi Selatan Sukabumi Didorong Makin Tumbuh
PTDI Rayakan 50 Tahun Hadirkan Wayang Golek dan Wayang Kulit
Bandung Great Sale Raup Omzet Rp1,52 Miliar Dalam Tiga Hari
HUT ke-50 PTDI Diisi Aksi Sosial, dari UMKM Hingga Donor Darah
Pasar Baru Bandung dan Pecinan Lama Siap Disulap Jadi Pusat Kuliner
Kemarau Panjang Picu Krisis Air Bersih di Priangan Timur
TPSOS Gedebage Siap Olah 300 Ton Sampah per Hari

Berita Terkait

Minggu, 30 Agustus 2026 - 13:09 WIB

Industri Kedirgantaraan Butuh SDM Siap Pakai, PTDI Perkuat Pusat Pelatihan

Sabtu, 29 Agustus 2026 - 13:09 WIB

GI Jampang Kulon Kembali Beroperasi, Ekonomi Selatan Sukabumi Didorong Makin Tumbuh

Jumat, 28 Agustus 2026 - 13:07 WIB

PTDI Rayakan 50 Tahun Hadirkan Wayang Golek dan Wayang Kulit

Kamis, 27 Agustus 2026 - 13:06 WIB

Bandung Great Sale Raup Omzet Rp1,52 Miliar Dalam Tiga Hari

Rabu, 26 Agustus 2026 - 13:05 WIB

HUT ke-50 PTDI Diisi Aksi Sosial, dari UMKM Hingga Donor Darah

Berita Terbaru

BERITA UTAMA

PTDI Rayakan 50 Tahun Hadirkan Wayang Golek dan Wayang Kulit

Jumat, 28 Agu 2026 - 13:07 WIB

BERITA UTAMA

Bandung Great Sale Raup Omzet Rp1,52 Miliar Dalam Tiga Hari

Kamis, 27 Agu 2026 - 13:06 WIB

BERITA UTAMA

HUT ke-50 PTDI Diisi Aksi Sosial, dari UMKM Hingga Donor Darah

Rabu, 26 Agu 2026 - 13:05 WIB